Peyronie Adalah – Kenali Gejala, Penyebab & Cara Mengatasinya!

SunatSemarang.comKesehatan organ reproduksi pria sering kali menjadi topik yang tabu untuk dibicarakan, bahkan ketika masalah tersebut sudah mulai mengganggu kualitas hidup dan keharmonisan rumah tangga. Salah satu keluhan yang sering membuat pria cemas namun malu untuk berkonsultasi adalah perubahan bentuk penis yang tiba-tiba menjadi bengkok disertai rasa nyeri.

Banyak pria berpikir bahwa penis yang sedikit bengkok adalah hal yang wajar. Memang benar, sedikit kelengkungan (curvature) ke kiri atau kanan adalah variasi anatomis yang normal. Namun, jika kelengkungan tersebut terjadi secara tiba-tiba, semakin parah seiring waktu, dan disertai rasa sakit saat ereksi, Anda perlu waspada. Bisa jadi itu adalah tanda penyakit Peyronie.

Peyronie adalah kondisi medis yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Meskipun bukan kanker dan tidak menular, penyakit ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi (impotensi) dan stres psikologis berat bagi penderitanya.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Peyronie, apa bedanya dengan bengkok bawaan, serta langkah medis apa yang bisa diambil. Sebagai pusat layanan kesehatan pria, SunatSemarang.com berkomitmen memberikan edukasi agar Anda lebih peduli terhadap aset kesehatan Anda.

Apa Itu Penyakit Peyronie? (Definisi Medis)

Secara definisi medis, Peyronie adalah kelainan jaringan ikat yang ditandai dengan pembentukan plak fibrosa (jaringan parut) yang keras di bawah kulit penis.

Plak atau jaringan parut ini bukanlah tumor atau kanker. Ia terbentuk di lapisan tunica albuginea, yaitu selubung elastis dan kuat yang membungkus struktur ereksi penis (corpora cavernosa). Dalam kondisi normal, lapisan ini bersifat elastis sehingga penis bisa memanjang dan lurus saat dialiri darah (ereksi).

Namun, pada penderita Peyronie, keberadaan plak fibrosa yang kaku menyebabkan lapisan tersebut kehilangan elastisitasnya di titik tertentu. Akibatnya, saat ereksi terjadi, sisi yang memiliki plak tidak bisa memanjang mengikuti sisi lainnya. Inilah yang menyebabkan penis tertarik ke satu arah, sehingga terlihat bengkok (melengkung ke atas, bawah, atau samping), memendek, atau bahkan menekuk seperti jam pasir.

Baca Juga: Mengenal Optical Maser, Prinsip Dasar Sunat Laser Cepat & Aman

Gejala Utama Penyakit Peyronie

Gejala Peyronie bisa muncul secara bertahap atau tiba-tiba. Memahami gejalanya sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kondisi menjadi permanen. Berikut adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai:

  • Teraba Benjolan Keras (Plak) – Gejala fisik yang paling bisa dirasakan adalah adanya benjolan keras di bawah kulit penis. Plak ini berbeda dengan bisul atau jerawat. Ia terasa seperti pita karet yang keras atau butiran beras yang tertanam di dalam batang penis. Letaknya bisa di punggung penis, bawah, atau samping.
  • Penis Bengkok Signifikan – Ini adalah ciri khas utama. Peyronie adalah penyebab utama kelengkungan penis yang didapat (bukan dari lahir). Derajat kemiringan bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat ekstrem (di atas 30-90 derajat) yang membuat penetrasi seksual menjadi sulit atau mustahil dilakukan.
  • Nyeri Saat Ereksi – Pada tahap awal (fase akut), penderita biasanya merasakan nyeri yang tajam atau ngilu saat penis menegang. Rasa sakit ini disebabkan oleh peradangan aktif pada jaringan yang sedang membentuk parut. Nyeri bisa mereda saat penis dalam keadaan layu (flaccid).
  • Pemendekan Ukuran Penis – Karena jaringan parut mengerutkan kulit dan jaringan dalam, banyak pasien mengeluh penis mereka terlihat lebih pendek dari sebelumnya, baik saat diam maupun saat ereksi.

Penyebab dan Faktor Risiko – Mengapa Bisa Terjadi?

Para ahli medis belum mengetahui secara pasti penyebab tunggal dari penyakit ini. Namun, konsensus medis menyepakati bahwa Peyronie adalah hasil dari penyembuhan luka yang tidak sempurna.

Berikut adalah pemicu utamanya:

1. Cedera Berulang (Mikro-Trauma)

Ini adalah penyebab paling umum. Cedera ini sering kali tidak disadari. Bisa terjadi akibat:

  • Hubungan seksual yang terlalu “bersemangat” atau posisi yang berisiko membuat penis tertekuk secara paksa.

  • Cedera saat berolahraga (terbentur bola/kaki).

  • Kecelakaan kendaraan. Cedera-cedera kecil ini menyebabkan pendarahan di dalam lapisan tunica albuginea. Pada orang normal, luka ini sembuh dengan baik. Namun pada penderita Peyronie, tubuh merespons berlebihan dengan membentuk jaringan parut yang tebal dan kaku.

2. Faktor Genetik (Keturunan)

Jika ayah atau saudara laki-laki Anda memiliki riwayat Peyronie, risiko Anda terkena penyakit ini lebih tinggi. Ini menunjukkan adanya faktor genetik dalam cara tubuh menyembuhkan luka.

3. Usia dan Penuaan

Risiko Peyronie meningkat seiring bertambahnya usia. Kasus terbanyak ditemukan pada pria usia 50-70 tahun. Seiring penuaan, jaringan penis menjadi kurang elastis dan lebih rentan terhadap cedera.

Membedakan Peyronie vs Penis Bengkok Bawaan (Chordee)

Sering kali pasien bingung membedakan antara Peyronie dengan kondisi bawaan lahir.

  • Chordee (Congenital Curvature) – Kondisi ini sudah ada sejak lahir atau masa kanak-kanak. Penis terlihat melengkung (biasanya ke bawah) saat ereksi, namun tidak disertai rasa sakit dan tidak ada benjolan plak. Kondisi ini sering kali disadari saat remaja (pubertas) atau bahkan saat sunat bayi/anak.

  • Peyronie – Kondisi ini didapat (acquired). Artinya, dulunya penis lurus, lalu tiba-tiba berubah menjadi bengkok di usia dewasa. Kondisi ini hampir selalu disertai rasa nyeri di fase awal dan adanya rabaan keras.

Di SunatSemarang.com, kami sering menemukan kasus Chordee saat melakukan khitan pada anak atau dewasa. Untuk Chordee ringan, sunat dengan teknik khusus bisa membantu menyamarkan, namun untuk Chordee berat dan Peyronie, penanganannya berbeda.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Jika Anda mencurigai adanya gejala di atas, jangan diagnosa sendiri (self-diagnosis) apalagi mengurut penis secara sembarangan yang justru bisa memperparah cedera.

Dokter biasanya akan melakukan:

  • Pemeriksaan Fisik – Meraba batang penis untuk mencari lokasi dan ukuran plak.

  • Induksi Ereksi – Dokter mungkin menyuntikkan obat khusus agar penis ereksi sementara untuk mengukur derajat kelengkungan secara akurat.

  • USG Penis (Ultrasound) – Untuk melihat ketebalan plak dan aliran darah di arteri penis.

Pencegahan – Bisakah Dihindari?

Karena penyebab utamanya sering kali genetika dan trauma tak sengaja, pencegahan total sulit dilakukan. Namun, Anda bisa meminimalisir risiko dengan:

  • Hati-hati Saat Berhubungan – Hindari posisi seksual yang ekstrem atau memaksa penis menekuk saat penetrasi. Jika penis tergelincir keluar dan menabrak tulang panggul pasangan, segera berhenti dan cek kondisi.

  • Gaya Hidup Sehat – Kontrol gula darah dan tekanan darah. Diabetes memperparah kerusakan jaringan dan menghambat penyembuhan luka mikro di penis.

  • Berhenti Merokok – Rokok merusak pembuluh darah dan elastisitas jaringan tubuh, termasuk penis.

Jangan Simpan Sendiri, Konsultasikan!

Peyronie adalah kondisi yang nyata dan bisa diobati. Jangan biarkan rasa malu membuat Anda menderita dalam diam atau mencari pengobatan alternatif yang belum teruji (seperti minyak urut yang justru bisa memicu radang lebih parah).

Meskipun SunatSemarang.com berfokus pada layanan sirkumsisi (sunat) anak dan dewasa, kami peduli pada kesehatan reproduksi pria secara menyeluruh.

Jika Anda memiliki keluhan seputar organ vital, baik itu fimosis, keinginan sunat dewasa, atau kelainan bentuk lainnya, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

Ingin konsultasi atau menjadwalkan sunat dewasa yang aman?

Hubungi tim kami yang profesional dan menjaga kerahasiaan privasi Anda.

📞 Hubungi SunatSemarang.com:

Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *