SunatSemarang.com – Kebersihan merupakan salah satu bagian penting dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW sangat menekankan umatnya untuk menjaga kebersihan tubuh, salah satunya dengan cara sunnah memotong kuku tangan dan kaki.
Meskipun terlihat sederhana, kuku yang terlalu panjang dapat menjadi sarang kotoran dan kuman, sehingga berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan tentang ibadah ritual semata, tetapi juga mengatur hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang bermanfaat bagi kesehatan dan kenyamanan.
Salah satu kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah cara sunnah memotong kuku tangan dan kaki. Tidak hanya sekadar kebersihan, tetapi juga terdapat adab dan tata cara khusus yang dianjurkan agar lebih bernilai ibadah.
Dengan memahami cara sunnah memotong kuku tangan dan kaki, seorang muslim dapat menjaga kesehatannya sekaligus meneladani sunnah Nabi.
Hukum Memotong Kuku dalam Islam
Memotong kuku termasuk sunnah fitrah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa menjaga kebersihan kuku termasuk bagian dari fitrah manusia yang tidak boleh ditinggalkan.
Para ulama sepakat bahwa hukum memotong kuku adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan untuk dilaksanakan secara rutin.
Selain menjaga kebersihan, hukum ini juga mengajarkan pentingnya disiplin dalam merawat diri. Para ulama menganjurkan agar kuku tidak dibiarkan panjang melebihi 40 hari, karena hal tersebut dianggap makruh dan bisa mengurangi kesempurnaan ibadah, seperti wudhu dan sholat.
Dengan memotong kuku sesuai sunnah, seorang muslim bukan hanya mendapatkan pahala, tetapi juga manfaat besar bagi kesehatan tubuhnya.
Baca Juga: Cara Kencing Setelah Sunat yang Nyaman & Aman di 2025
Urutan Cara Sunnah Memotong Kuku Tangan
Dalam Islam, ada urutan tertentu yang dianjurkan saat memotong kuku tangan. Urutan ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari adab yang diteladani dari Rasulullah SAW. Dengan mengikuti tata cara tersebut, aktivitas sederhana seperti memotong kuku dapat bernilai ibadah dan lebih teratur.
- Mulai dari tangan kanan terlebih dahulu – Sunnahnya, setiap amalan baik dianjurkan untuk mendahulukan sisi kanan, begitu juga ketika memotong kuku. Hal ini sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu mengutamakan bagian kanan dalam perkara yang baik.
- Urutan jari tangan kanan – Dimulai dari telunjuk tangan kanan, kemudian ke jari tengah, manis, kelingking, dan terakhir ibu jari. Urutan ini membantu agar proses lebih teratur dan tidak terlewat.
- Lanjut ke tangan kiri – Setelah selesai dengan tangan kanan, dilanjutkan dengan tangan kiri. Sunnahnya, dimulai dari kelingking kiri, lalu jari manis, tengah, telunjuk, ibu jari, dan terakhir ditutup dengan kuku ibu jari kanan.
Dengan mengikuti urutan sunnah ini, memotong kuku tidak hanya sekadar merapikan, tetapi juga menjadi bagian dari amal yang berpahala.
Urutan Cara Sunnah Memotong Kuku Kaki
Selain kuku tangan, Islam juga memberikan tuntunan mengenai urutan memotong kuku kaki. Hal ini bukan hanya menyangkut adab ibadah, tetapi juga berkaitan dengan kebersihan tubuh yang dijaga oleh setiap muslim.
-
Dimulai dari kaki kanan – Sunnahnya memotong kuku selalu mendahulukan sisi kanan. Pada kuku kaki, urutannya dimulai dari jari kelingking kanan lalu berlanjut satu per satu hingga jari jempol kanan.
-
Dilanjutkan dengan kaki kiri – Setelah selesai dengan kaki kanan, beralih ke kaki kiri. Urutannya adalah dari jari jempol kiri terlebih dahulu, kemudian satu per satu hingga jari kelingking kiri.
-
Menjaga kebersihan dan kerapian – Urutan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga cara menjaga keteraturan. Dengan rutin memotong kuku sesuai sunnah, kuku terhindar dari kotoran, bau tidak sedap, serta risiko penyakit akibat bakteri yang menempel. Selain itu, rapi dan bersihnya kuku juga mencerminkan kesempurnaan adab seorang muslim.
Waktu yang Dianjurkan untuk Memotong Kuku
Memotong kuku bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga termasuk bagian dari sunnah fitrah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ada waktu-waktu tertentu yang lebih baik dilakukan agar sesuai dengan tuntunan dan semakin mendatangkan keberkahan. Berikut penjelasannya:
1. Hari Jumat
Banyak ulama menyebutkan bahwa memotong kuku pada hari Jumat termasuk sunnah yang dianjurkan. Hal ini karena hari Jumat adalah hari istimewa bagi umat Islam, sehingga disunahkan tampil bersih dan rapi saat melaksanakan sholat Jumat.
2. Tidak melebihi 40 hari
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menekankan bahwa batas maksimal seseorang dibiarkan tidak memotong kuku adalah 40 hari. Artinya, kapan pun kita merasa kuku sudah panjang atau kotor, sangat dianjurkan segera memotongnya agar tetap terjaga kebersihan.
3. Saat kuku mulai panjang atau kotor
Selain mengikuti sunnah waktu, memotong kuku juga baik dilakukan ketika kuku sudah mulai panjang, tajam, atau terlihat kotor. Hal ini bertujuan menjaga kesehatan, mencegah penumpukan bakteri, dan memberikan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.
Adab dan Etika Memotong Kuku
Dalam Islam, memotong kuku bukan hanya perkara kebersihan, tetapi juga bagian dari adab yang mencerminkan kerapian dan kepedulian seorang muslim. Oleh karena itu, disunnahkan menggunakan alat yang bersih dan tajam agar tidak melukai jari serta hasilnya rapi.
Selain itu, kuku yang dipotong sebaiknya tidak dibuang sembarangan, melainkan dikumpulkan lalu dibuang di tempat yang layak sebagai bentuk menjaga kebersihan dan etika.
Selain menjaga kebersihan fisik, dianjurkan pula untuk mengingat Allah SWT dengan membaca doa atau dzikir ketika memotong kuku. Hal ini agar aktivitas sederhana ini tidak hanya menjadi rutinitas sehari-hari, tetapi juga bernilai ibadah.
Dengan demikian, memotong kuku bisa menjadi kebiasaan baik yang bermanfaat untuk kesehatan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memotong Kuku
Meskipun memotong kuku terlihat sederhana, masih banyak orang yang melakukannya dengan cara kurang tepat. Beberapa kesalahan berikut perlu dihindari agar memotong kuku sesuai sunnah sekaligus menjaga kesehatan.
-
Tidak memperhatikan kebersihan alat pemotong – Banyak orang langsung menggunakan gunting kuku tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Padahal, alat yang kotor bisa menjadi sarang bakteri dan menimbulkan infeksi pada jari.
-
Mengabaikan sunnah urutan – Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan urutan dalam memotong kuku tangan dan kaki. Mengabaikan sunnah ini memang tidak berdosa, tetapi bisa mengurangi keutamaan ibadah yang bernilai pahala.
-
Membiarkan kuku panjang hingga mengganggu ibadah dan kesehatan – Kuku yang terlalu panjang bisa menimbulkan kotoran menumpuk, bahkan menyulitkan saat bersuci, khususnya ketika berwudhu. Selain itu, kuku panjang berpotensi menjadi sarang bakteri yang mengganggu kesehatan.
Jaga Sunnah, Jaga Kesehatan Bersama SunatSemarang.com
Menjalankan sunnah sederhana seperti memotong kuku sesuai tuntunan Rasulullah SAW adalah bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan. Begitu juga dengan sunat, yang merupakan sunnah besar dan penting untuk menjaga kesucian diri.
Jika Anda sedang mencari tempat sunat modern, aman, dan sesuai syariat, SunatSemarang.com hadir dengan layanan profesional menggunakan metode terkini seperti laser, stapler, dan smart healing. Dengan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas nyaman, proses sunat menjadi lebih cepat, minim rasa sakit, dan penyembuhan lebih optimal.
📍 Alamat: Jl. Tlogosari Raya 1 No. 65, Semarang
🌐 Info lebih lengkap: www.sunatsemarang.com