Cara Shalat Sunnah Tasbih yang benar

Cara Shalat Sunnah Tasbih yang Benar Sesuai Tuntunan Nabi!

SunatSemarang.com – Shalat sunnah tasbih adalah salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.  Shalat ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada paman beliau, Abbas bin Abdul Muthalib, sebagai amalan untuk menghapus dosa.

Perbedaan mendasar shalat ini terletak pada banyaknya bacaan tasbih yang dibaca selama shalat, yaitu sebanyak 300 kali dalam empat rakaat.

Meski jarang diamalkan oleh sebagian umat Islam, cara shalat sunnah tasbih yang benar memiliki keutamaan besar dan dapat dilakukan kapan saja, baik di siang maupun malam hari, kecuali pada waktu-waktu yang terlarang.

Melalui panduan ini, kita akan membahas cara shalat sunat tasbih yang benar mulai dari niat, langkah-langkah pelaksanaan, hingga tips agar ibadah ini lebih khusyuk dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Pengertian Shalat Sunnah Tasbih

Shalat sunnah tasbih adalah shalat sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW dengan ciri khas membaca kalimat tasbih sebanyak 300 kali dalam satu kali pelaksanaan. Kalimat tasbih yang dimaksud adalah:

Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar
(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar)

Shalat ini biasanya dikerjakan dalam empat rakaat (dengan salam setiap dua rakaat atau sekaligus empat rakaat) dan bisa dilakukan kapan saja, baik di siang maupun malam hari, kecuali pada waktu yang terlarang untuk shalat.

Tujuannya adalah sebagai bentuk dzikir yang memperbanyak pujian kepada Allah SWT sekaligus sebagai sarana untuk memohon ampunan atas dosa-dosa.

Baca Juga: Panduan Cara Sholat Witir – Waktu, Tata Cara, dan Keutamaannya!

Keutamaan Shalat Sunnah Tasbih

Bukan sekadar shalat sunnah biasa, shalat tasbih memiliki keistimewaan luar biasa yang membuatnya begitu dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Keutamaan-keutamaan ini tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi yang mengamalkannya. Berikut beberapa manfaat dan keistimewaannya:

  • Menghapus dosa masa lalu dan masa depan – Rasulullah SAW menjelaskan bahwa shalat tasbih menjadi salah satu amalan yang mampu menghapus dosa, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, dosa kecil maupun besar, yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak.
  • Bisa dikerjakan kapan saja (kecuali waktu terlarang shalat) – Keistimewaan lainnya adalah fleksibilitas waktu pelaksanaan. Shalat tasbih dapat dilakukan di siang maupun malam hari, sehingga memudahkan siapa pun untuk mengamalkannya sesuai waktu luang.
  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT secara intens – Bacaan tasbih yang diulang berkali-kali dalam setiap gerakan membuat hati selalu terhubung dengan Allah. Hal ini menciptakan kedekatan spiritual yang sangat kuat.
  • Menenangkan hati dan pikiran – Dengan fokus mengucapkan dzikir, hati menjadi lebih damai, pikiran lebih tenang, dan beban hidup terasa lebih ringan.
  • Menambah pahala berlipat ganda – Setiap kalimat tasbih yang diucapkan menjadi amal yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Dalam satu kali shalat tasbih, seorang muslim bisa mengumpulkan pahala dari 300 kali bacaan tasbih.

Niat Shalat Sunnah Tasbih

Sama seperti ibadah lainnya, shalat sunnah tasbih dimulai dengan niat yang tulus hanya karena Allah SWT. Niat ini pada dasarnya cukup diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram, namun melafalkannya dengan lisan diperbolehkan untuk membantu memantapkan hati.

Contoh lafaz niat shalat sunnah tasbih 2 rakaat:

اُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah tasbih 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

Jika dikerjakan 4 rakaat sekaligus, lafaz niatnya cukup diganti dengan kata “أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ” (empat rakaat).

Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Tasbih

Shalat sunnah tasbih memiliki fleksibilitas waktu yang cukup luas, sehingga bisa dikerjakan kapan saja sesuai kemampuan dan kesempatan, selama tidak berada di waktu-waktu yang terlarang untuk shalat. Waktu yang disunnahkan antara lain:

1. Siang atau malam hari

Shalat tasbih boleh dilakukan pada pagi, siang, sore, atau malam hari. Banyak ulama menganjurkan melaksanakannya di malam hari setelah shalat Isya atau pada waktu tahajud karena suasana lebih tenang dan hati lebih khusyuk.

2. Dilakukan sekali sehari, sekali seminggu, atau sebulan sekali

Rasulullah SAW memberi keleluasaan kepada umatnya, sehingga shalat tasbih tidak harus setiap hari. Bisa dilakukan sekali sehari, sekali seminggu, sebulan sekali, bahkan setahun sekali, atau minimal sekali seumur hidup.

3. Menghindari waktu terlarang shalat

Seperti shalat sunnah lainnya, shalat tasbih tidak boleh dilakukan pada tiga waktu terlarang: setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, saat matahari tepat di atas kepala menjelang Zuhur, dan setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.

Baca Juga: Cara Shalat Sunnah Tasbih yang Benar Sesuai Tuntunan Nabi!

Tips Agar Khusyuk Saat Shalat Tasbih

Shalat sunnah tasbih memiliki keutamaan besar, namun manfaatnya akan terasa maksimal jika dikerjakan dengan penuh kekhusyukan. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  • Mengerti Makna Bacaan Tasbih – Memahami arti bacaan Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar akan membuat hati lebih hidup dalam dzikir. Makna ini mengingatkan kita pada kebesaran dan rahmat Allah.
  • Menjaga Tempo Bacaan Agar Tidak Terburu-buru – Shalat tasbih mengandung banyak bacaan dzikir, sehingga penting untuk menjaga tempo agar tidak tergesa-gesa. Bacalah dengan tenang dan penuh penghayatan.
  • Fokus pada Kehadiran Hati, Bukan Hanya Gerakan Fisik – Gerakan shalat hanyalah wadah, sedangkan inti ibadah adalah menghadirkan hati di hadapan Allah. Usahakan pikiran tidak melayang pada urusan dunia saat shalat.
  • Menjauhkan Diri dari Gangguan Sebelum Shalat – Pilih tempat yang tenang, matikan ponsel, dan pastikan tubuh dalam kondisi nyaman. Gangguan kecil dapat mengurangi kekhusyukan dan konsentrasi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Shalat Sunnah Tasbih

Meskipun shalat sunnah tasbih terlihat sederhana, beberapa kesalahan umum sering dilakukan sehingga mengurangi kesempurnaan ibadah ini. Berikut di antaranya:

  • Salah Hitung Jumlah Tasbih – Karena jumlah tasbih cukup banyak, sebagian orang sering keliru menghitung. Solusinya, fokuslah pada setiap rakaat dan hafalkan urutannya sebelum memulai.
  • Terburu-buru dan Tidak Tartil – Membaca tasbih dengan cepat tanpa penghayatan akan menghilangkan makna ibadah. Lakukan dengan tempo tenang agar hati bisa ikut berdzikir.
  • Shalat di Waktu Terlarang – Meski shalat tasbih boleh dikerjakan kapan saja, ada waktu yang dilarang untuk shalat sunnah seperti setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, atau setelah Ashar hingga matahari terbenam.
  • Menganggap Shalat Ini Wajib – Shalat tasbih adalah sunnah, bukan kewajiban. Menganggapnya wajib bisa menimbulkan beban yang tidak perlu, padahal ia adalah ibadah tambahan untuk mencari pahala dan menghapus dosa.

Sempurnakan Ibadah, Sehatkan Keluarga

Seperti shalat tasbih yang membantu menghapus dosa dan mendekatkan diri kepada Allah, menjaga kesehatan anak juga bagian dari amanah orang tua. Salah satunya dengan melaksanakan khitan sesuai tuntunan sunnah, di tempat yang aman, nyaman, dan profesional.

Kunjungi Rumah Sunat Semarang pusat sunat modern di Semarang dengan metode minim nyeri, proses cepat, dan pendampingan hingga sembuh total.

📍 Alamat: Jl. Tlogosari Raya 1 No. 65, Semarang
🌐 Info lebih lengkap: www.sunatsemarang.com

Whatsapp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *