SunatSemarang.com – Kurma bukan hanya sekadar buah manis yang lezat, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW menjadikan kurma sebagai bagian dari keseharian beliau, terutama saat sahur dan berbuka puasa.
Cara Nabi Muhammad SAW mengonsumsi kurma pun penuh makna, karena mengandung sunnah yang bisa kita tiru dan amalkan.
Meneladani cara sunnah makan kurma tidak hanya menghadirkan keberkahan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga adab saat makan.
Dari jumlah yang dikonsumsi hingga tangan yang digunakan, semuanya mengandung hikmah yang tak boleh disepelekan. Menghidupkan sunnah dalam hal sederhana seperti ini bisa menjadi bentuk cinta kita kepada Rasulullah SAW.
Keutamaan Kurma dalam Islam
Kurma bukan sekadar buah biasa, tetapi memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW memuji manfaat kurma dan menjadikannya bagian penting dalam pola makan beliau.
Salah satu keutamaannya adalah dianjurkannya berbuka puasa dengan kurma. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, maka dengan air, karena ia suci.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Tak hanya untuk berbuka, kurma juga dianjurkan dikonsumsi di pagi hari. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa siapa yang makan tujuh butir kurma ajwa di pagi hari akan terlindung dari racun dan sihir pada hari itu.
Ini menjadi bukti bahwa kurma memiliki manfaat fisik sekaligus perlindungan spiritual menurut ajaran Islam.
Baca Juga: Cara Niat Puasa Sunnah yang Benar Sesuai Tuntunan Islam
Cara Sunnah Makan Kurma
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam makan kurma bukan hanya menambah pahala, tetapi juga mengajarkan kita adab makan yang baik. Berikut beberapa cara makan kurma yang sesuai sunnah:
- Makan dalam Jumlah Ganjil – Rasulullah SAW menyukai angka ganjil, termasuk saat makan kurma. Dalam beberapa riwayat, beliau biasa mengonsumsi 1, 3, 5, atau 7 butir kurma. Ini berlaku baik saat sahur maupun berbuka puasa.
- Menggunakan Tangan Kanan – Dalam Islam, makan dan minum dengan tangan kanan adalah bagian dari adab penting. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya…” (HR. Muslim).
- Membaca Basmalah Sebelum Makan – Seperti setiap kegiatan makan lainnya, membaca Bismillah sebelum makan kurma termasuk sunnah yang membawa berkah. Ini juga menjaga dari gangguan setan saat makan.
- Tidak Membuang Biji Sembarangan – Rasulullah SAW menjaga kebersihan saat makan. Saat makan kurma, beliau memisahkan bijinya dengan sopan dan tidak membuangnya sembarangan. Ini mengajarkan kita untuk menjaga etika saat makan.
Dengan meniru cara Nabi makan kurma, kita tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatannya, tapi juga meneladani sunnah dalam hal kecil yang penuh nilai.
Kapan Sebaiknya Makan Kurma Sesuai Sunnah
Kurma bukan hanya makanan bernutrisi tinggi, tetapi juga memiliki waktu-waktu istimewa untuk dikonsumsi sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Berikut tiga waktu terbaik untuk makan kurma menurut tuntunan syariat:
1. Saat Berbuka Puasa

Waktu paling utama makan kurma adalah ketika berbuka puasa. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena kurma itu berkah…” (HR. Abu Dawud).
Bila tidak ada kurma basah (ruthab), maka kurma kering (tamr), dan jika tidak ada, maka dengan air. Ini menjadi praktik yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan maupun ketika menjalankan puasa sunnah.
2. Sebelum Makan di Pagi Hari

Rasulullah SAW pernah mengonsumsi kurma di pagi hari dalam jumlah ganjil, terutama saat perut masih kosong. Selain menyegarkan tubuh, makan kurma di waktu ini dipercaya dapat membunuh racun serta memberi energi alami untuk memulai aktivitas harian.
3. Sebelum Shalat atau Ibadah Penting

Beberapa riwayat menunjukkan Nabi mengonsumsi kurma sebelum melaksanakan shalat atau dalam momen-momen penting lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kurma bisa menjadi energi ringan yang tidak memberatkan tubuh saat hendak beribadah.
Baca Juga: Cara Sholat di Kereta – Panduan Praktis untuk Musafir Muslim!
Manfaat Sunnah Makan Kurma Secara Ganjil
Mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti 3, 5, atau 7 butir, adalah kebiasaan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Selain mengikuti sunnah, pola makan ganjil ini diyakini membawa keberkahan tersendiri.
Dalam banyak hadis, disebutkan bahwa Nabi SAW menyukai yang ganjil karena Allah itu Maha Ganjil dan mencintai yang ganjil (witr). Ini menjadikan makan kurma dengan hitungan ganjil sebagai bentuk pengamalan sunnah yang sederhana namun penuh makna spiritual.
Dari sisi kesehatan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma dalam jumlah ganjil, terutama di pagi hari saat perut kosong, dapat membantu proses detoksifikasi tubuh.
Adab-Adab Makan dalam Islam
Memiliki adab saat makan bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga bentuk ketaatan pada tuntunan Rasulullah SAW. Berikut beberapa adab makan yang sebaiknya diamalkan oleh setiap Muslim, termasuk saat mengonsumsi kurma:
- Membaca Basmalah Sebelum Makan – Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah.” (HR. Bukhari & Muslim). Membaca “Bismillah” sebelum makan adalah bentuk mengingat Allah dan permohonan keberkahan atas makanan tersebut.
- Makan dengan Tangan Kanan – Nabi SAW selalu menganjurkan makan dan minum dengan tangan kanan. Ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bentuk adab yang menunjukkan kehormatan terhadap makanan dan mengikuti sunnah.
- Makan dari Bagian yang Terdekat – Dalam tradisi Islam, kita dianjurkan untuk makan dari bagian makanan yang paling dekat dengan kita dan tidak mengambil dari tengah atau bagian orang lain, sebagaimana dicontohkan dalam hadis.
- Tidak Meniup Makanan atau Minuman – Rasulullah melarang meniup makanan atau minuman karena dianggap tidak sopan dan bisa membahayakan, terutama bila panasnya tidak merata.
Adab-adab ini bukan hanya berlaku saat makan makanan berat, tetapi juga ketika mengonsumsi kurma. Dengan mengamalkannya, kita tidak hanya mendapatkan manfaat jasmani dari makanan, tetapi juga pahala dari mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Tips Mempraktikkan Sunnah Makan Kurma dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengamalkan sunnah Nabi tak harus sulit, termasuk saat mengonsumsi kurma. Berikut beberapa tips agar Anda bisa mempraktikkannya secara rutin:
- Jadikan Kurma sebagai Menu Sarapan Ringan – Mulailah hari dengan 3 atau 5 butir kurma sebelum sarapan utama. Ini sesuai dengan sunnah dan baik untuk pencernaan, apalagi dikonsumsi saat perut kosong.
- Simpan Kurma di Tempat yang Mudah Dijangkau – Letakkan toples kurma di meja makan, dapur, atau meja kerja agar mudah dilihat dan dikonsumsi secara rutin. Semakin sering terlihat, semakin mudah diingat untuk diamalkan.
- Gunakan Kurma sebagai Camilan Sehat – Alih-alih ngemil makanan olahan, pilih kurma sebagai camilan alami. Selain mengenyangkan, juga membantu menjaga gula darah tetap stabil.
Dengan membiasakan hal kecil seperti makan kurma sesuai sunnah, Anda tidak hanya memperoleh manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat ikatan dengan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Jaga Sunnah, Jaga Kesehatan Anak Bersama SunatSemarang.com
Mengajarkan sunnah bisa dimulai dari hal sederhana seperti makan kurma, dan juga dari menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh melalui sunat yang sesuai syariat. Di sunatsemarang.com, kami tidak hanya menyediakan metode sunat modern yang minim nyeri, tapi juga mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap prosesnya.
🌿 Gabungkan sunnah dalam keseharian anak dari asupan hingga perawatan diri.
📍 Kunjungi kami di Jl. Tlogosari Raya 1 No. 65, Semarang
🌐 Info lengkap: sunatsemarang.com